Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu
Sinus kosinus hatiku bergetar, grafiknya tak menentu
Membelah rasa dengan ketajaman sudut
Diagonal diagonal ruang hatimu
Bersentuhan dengan diagonal diagonal bidang hatiku
Jika aku adalah akar akar persamaan x1 dan x2
Maka engkaulah yang membentuknya menjadi persamaan
Aku tidak punya domain
Berasal dari himpunan kosong
Tapi kau adalah range dari hidupku, demikian sehingga kau lah kodomain dari hatiku
Dengan besaran apa harus kunyatakan cintaku
Vektor hati ini selalu berarah padamu
Matamu bagaikan dua epsilon
Hidungmu bagaikan asimtot tegak
Mulutmu bagaikan grafik cosinus
Modus ponen
Modus tollens
Entah dengan modus apa ku logikakan ini
Tapi modus hatiku tetap padamu
Beribu ribu matriks bujur sangkar berordo 3x3 menaungi hidupku
Bagaimana ku ungkap adjoin ku padamu
Determinan matriks pun tak dapat ku temukan dalam cintamu
Tapi, ku tetap mencari
Ku jalani barisan aritmatika yang tak terhitung
Ku lewati barisan geometrik yang tak terhingga
Sampai akhirnya ku temukan himpunan penyelesaian tak nol
Sehingga cinta kita terdefinisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar