Juni 03, 2012

Balasan Untuk Jatuh Cinta Diam-Diam

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak.

Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya. pernahkan anda merasa begitu?

Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.

“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”
*sungguh, aku tak bisa menghapus mu dari otak ku.. maafkan aku, aku tak seharunya melakukan ini*

“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”
*sadarkah kamu, selalu ada ruang di hatiku untuk kamu*

“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”
*taukah kamu, aku selalu memikirkan mu*

“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna yang sama seperti warna kesukaanku?”
*bisa kah aku berharap lebih?*

“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”
*berlebihan kah aku mengharap ini??*

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.

Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.

Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

jika memang ini yang terbaik, Berikanlah sebuh sikap nyata kepadaku.. sehingga aku pun tidak mengharap ada nya dirimu disini..
jikalau aku harus sabar, aku pasti sabar untuk menunggu mu kembali pada diri ini..