KAMPUS
"abang mau aku siapin apa?"
"gausah repot-repot, aku mau doa adek aja."
"gapapa abang... kita searching yaa apa yang abang butuhin buat disana"
"ya gimana kamu aja"
.
.
"aku dapet nih. mau parfum gak?"
"abang udah punya."
"iya tauu tapi gapapa aku beliin, murah kok."
"beli dimana kamu"
"biasalah online, di hargahot.com. mau ya? sama kok kayak punya abang"
"biar apa beliin minyak wangi"
"biar kalo abang pake, abang inget terus sama aku. aku beli dua ya!"
"ya sayang. ambil ini buat kamu" *kasih gelang*
tiga hari berlalu, tepat hari keberangkatannya. paket dari hargahot.com telah sampai.
BANDARA
tanpa basa basi percakapan antara kita, hanya dengan saling memandangi, cukup lama. tiga jam mengunggu waktu keberangkatan menuju surabaya.
dalam hati ku berkata. hati-hati malaikat pelindungku.
KAMPUS
delapan bulan sudah berlalu, semenjak kepergiannya setiap hari ku hanya bisa berdoa. hari pertama sudah mulai merindu, hari kedua sampai ke lima ku tetap merindu. ntah lah bagaimana cara mengobati rindu ini. bertemu? jelas tidak bisa. kita sudah dipisahkan samudera bahkan negara. berkomunikasi pun hanya sesekali. jarak lah yang menjadi halangan, namun kenangan tetaplah ada.
sebelum berpisah, kita memberikan hadiah masing-masing. walaupun kita berpisah, namun aku tetap merasakan kehadirannya disini karena bau parfum adidas scent.
hadiah yang tak disangka oleh nya. dan dapat dipastikan sesuai prediksi ku, dia pasti menyukainya. dia memberikan ku sebuah tas dan gelang. dia bilang jika aku pergi kemana-mana tidak merasa sendiri, karena dia selalu menemani.
menjelang bulan kesembilan setelah penantian yang begitu lamaaaa. aku menyiapkan hadiah spesial untuknya.
selama sembilan bulan (bukan sedang hamil, tapi masa kerjanya) aku merindukan dirinya, merindukan kehadirannya, merindukan tawa candanya, merindukan harum tubuhnya, dan rindu akan segala yang ada di dirinya.
bingung!
ketika kita berkomunikasi, dia menyiapkan oleh-oleh spesial untukku. saat dia berlabuh di kalimantan, dia bilang membelikan ku kain, saat mendarat di gresik dia menjanjikan ku untuk liburan kesana dengan mengirim foto-foto indah dari langit gresik. kembali lagi kapalnya ke kalimantan, tepatnya kumai. dia membelikan ku batu cincin. entahlah apa yang ada di pikirannya. dia sudah tahu jelas aku tidak menyukai batu, kecuali batu berlian. tujuan terakhir sebelum kembali ke jakarta, yaitu singapura.
bisa dirasakan bagaimana jakarta-singapura terasa begitu dekat karena wangi segar aroma citrus dari parfum adidas scent memberikan kenyamanan pada hati dan hidung.
tapiiii.. bila dilihat dan dipikir secara logika, jakarta-singapura jauh bepuluh-puluh mil jaraknya.
karena dia. hanya karena nya lah aku rela menunggu. menantikan kedatangannya.
tetap saja bingung. apa yang harus aku siapkan untuknya.
aku rasa dia pun mengetahui kebingungan yang aku hadapi, dan benar saja!! dia pun meminta hadiah parfum adidas scent lagi.
yak pertanyaan ku terjawab lah sudah. tanpa pikir panjang, aku membelikannya.
hadiah untuk orang spesial yang aku cintai adalah parfum (lagi). dan hargahot.com adalah solusinya.
waktu bertemu pun tiba. yeayyy. dia sudah pulang dan kembali.
BANDARA
begitu banyak orang lewat menunggu dan berlalu lalang. tak ku lihat pula seragam putih yang membuat dirinya terlihat keren. hanya satu yang kurasakan. wangi citrus dari parfum adidas scent
dan itulah dirinya, tampak gagah dengan keharumannya. dan satu hal yang aku berikan dan aku gunakan untuk dirinya, yaitu menyemprotkan parfum kesukaannya. selain diriku, hadiah itulah yang berkesan untuk dirinya.
cerita ini hanya lah fiksi. jika benar terjadi, romantis lah kisah cinta kalian. tulisan ini dimaksudkan untuk mengikuti lomba blog dari hargahot.com.
tapi percayalah, wangi citrus dari parfum adidas scent memang benar wangi. wangi segar dan maskulin. bisa langsung dibeli guysss.
semoga tulisan ini memenuhi syarat dan ketentuan kompetisi blog dari hargahot.com ya.
i will back. happy shoping :)
dian castor
creativity art of story
Maret 25, 2015
aku tahu dan aku sadar
aku tahu.. aku hanyalah manusia yang hanya bisa bernafas dan hanya menggunakan sehelai katun untuk menutupi tubuh ku ini.
aku tahu.. hujan tak hanya diluar rumah ku, tapi didalam rumah ku juga turun air hujan menetes perlahan.
aku tahu.. hanya roda dua yang menemaniku keluar rumah, bukan roda empat yang berisi dua, empat, enam, atau delapan kursi nyaman untuk menikmati kemacetan jalan.
aku tahu.. banyak orang tak mengenalku karena aku pun tak mengenal mereka.
aku tahu.. ilmu bisa dibeli, dan aku tak mampu untuk membelinya.
aku tahu.. tempat ternyaman untuk tinggal itu adalah tempat yang penuh kebahagiaan bukan tempat yang memiliki banyak fasilitas.
aku tahu.. aku hanyalah tinggal sendiri, tak punya teman.
aku tahu.. teman hanya ada disaat mereka membutuhkanku, tapi tidak disaat aku membutuhkan mereka.
aku tahu.. ketulusan itu tercermin saat sedang merasakan kesempitan, bukan ketika saat lapang.
aku tahu.. hanya hitam dan putih yang ku kenal.
aku tahu.. cahaya matahari selalu menemani hari-hari ku dengan canda, dan cahaya bulan yang menemani saat aku terlelap.
aku tahu.. tiada satu orang pun mengganggap ku teman, tapi aku selalu menganggap mereka teman.
aku tahu.. cinta tulus diberikan dengan segala kemewahan.
aku tahu.. kekurangan hanyalah milikku.
tapi....
aku sadar.. pada akhirnya hanyalah sehelai kain putih yang menutupi tubuhku di sisa akhir kehidupan dunia ku, bukan kain sutra dengan berlian.
aku sadar.. hujan sangat sayang kepada ku, karena diluar sana banyak orang yang membenci hujan, menyalahkan hujan turun, ketika hujan turun mereka mengeluh dan menghindari dari rintikan air hujan.
aku sadar.. roda empat dengan satu penumpanglah yang membuat kemacetan, membuat emosi orang lain meningkat dikala menghadapi kemacetan. ketika membawa roda empat seorang diri, sebenarnya kita tidaklah seorang diri. disamping dan dikursi belakang selalu ada malaikat yang mengawasi.
aku sadar.. aku tak ingin dikenal, tapi aku hanya ingin mengenal. tak apa mereka tak mengenalku, dan aku bisa membuat mereka membutuhkan ku.
aku sadar.. aku bisa berbagi ilmu yang aku punya tanpa imbalan, dan aku tak pernah lupa bagaimana perjuangan kedua orangtua ku ketika aku harus mendapatkan ilmu yang dibeli.
aku sadar.. keluarga lah yang membuaatku bahagia, bukan tinggal di tempat ternyaman sedunia. namun, aku akan membuat keluargaku menempati tempat ternyaman itu.
aku sadar.. dibawah tanah aku hanya hidup sendiri, dan tak ada teman yang bisa membantu.
aku sadar.. aku tidak boleh bergantung dengan orang, karena setiap orang bisa mengecewakan. aku harus berusaha semampuku sendiri.
aku sadar.. pernah ada seorang yang berkata sesuatu, "jangan lupakan 3 orang ini dalam hidup kamu; 1. siapa yang membantu saat kesusahan, 2. siapa yang meninggalkan dirimu saat kesusahan, 3. siapa yang menempatkanmu dalam kesusahan."
aku sadar.. cahaya dimalam hari adalah hitam, cahaya dipagi hari adalah putih. warna-warna yang lain hanyalah ilusi dari mata ku saja.
aku sadar.. bekerja tidak hanya diwaktu siang saja, aku bisa memanfaatkan istirahat malam ku untuk bekerja. ketika orang lain tertidur aku bekerja, ketika orang lain bangun aku sudah terlebih dulu dari mereka.
aku sadar.. untuk apa hidup banyak teman jika itu hanya menambah dosa dan kesusahan kita.
aku sadar.. uang tak bisa membeli ku dan hidupku.
aku sadar.. banyak kelebihan ku yang tidak ku ketahui namun orang lain merasakan.
pelajaran untuk ku, setelah kehidupan dunia ada kehidupan lain yang kekal yaitu akhirat.
jika kita hidup untuk menyusahkan orang lain, lebih baik mati saja.
berbuatlah suatu hal sehingga banyak orang yang mengingat kita karena telah melakukan hal tersebut.
and money can't buy my live.
aku tahu.. hujan tak hanya diluar rumah ku, tapi didalam rumah ku juga turun air hujan menetes perlahan.
aku tahu.. hanya roda dua yang menemaniku keluar rumah, bukan roda empat yang berisi dua, empat, enam, atau delapan kursi nyaman untuk menikmati kemacetan jalan.
aku tahu.. banyak orang tak mengenalku karena aku pun tak mengenal mereka.
aku tahu.. ilmu bisa dibeli, dan aku tak mampu untuk membelinya.
aku tahu.. tempat ternyaman untuk tinggal itu adalah tempat yang penuh kebahagiaan bukan tempat yang memiliki banyak fasilitas.
aku tahu.. aku hanyalah tinggal sendiri, tak punya teman.
aku tahu.. teman hanya ada disaat mereka membutuhkanku, tapi tidak disaat aku membutuhkan mereka.
aku tahu.. ketulusan itu tercermin saat sedang merasakan kesempitan, bukan ketika saat lapang.
aku tahu.. hanya hitam dan putih yang ku kenal.
aku tahu.. cahaya matahari selalu menemani hari-hari ku dengan canda, dan cahaya bulan yang menemani saat aku terlelap.
aku tahu.. tiada satu orang pun mengganggap ku teman, tapi aku selalu menganggap mereka teman.
aku tahu.. cinta tulus diberikan dengan segala kemewahan.
aku tahu.. kekurangan hanyalah milikku.
tapi....
aku sadar.. pada akhirnya hanyalah sehelai kain putih yang menutupi tubuhku di sisa akhir kehidupan dunia ku, bukan kain sutra dengan berlian.
aku sadar.. hujan sangat sayang kepada ku, karena diluar sana banyak orang yang membenci hujan, menyalahkan hujan turun, ketika hujan turun mereka mengeluh dan menghindari dari rintikan air hujan.
aku sadar.. roda empat dengan satu penumpanglah yang membuat kemacetan, membuat emosi orang lain meningkat dikala menghadapi kemacetan. ketika membawa roda empat seorang diri, sebenarnya kita tidaklah seorang diri. disamping dan dikursi belakang selalu ada malaikat yang mengawasi.
aku sadar.. aku tak ingin dikenal, tapi aku hanya ingin mengenal. tak apa mereka tak mengenalku, dan aku bisa membuat mereka membutuhkan ku.
aku sadar.. aku bisa berbagi ilmu yang aku punya tanpa imbalan, dan aku tak pernah lupa bagaimana perjuangan kedua orangtua ku ketika aku harus mendapatkan ilmu yang dibeli.
aku sadar.. keluarga lah yang membuaatku bahagia, bukan tinggal di tempat ternyaman sedunia. namun, aku akan membuat keluargaku menempati tempat ternyaman itu.
aku sadar.. dibawah tanah aku hanya hidup sendiri, dan tak ada teman yang bisa membantu.
aku sadar.. aku tidak boleh bergantung dengan orang, karena setiap orang bisa mengecewakan. aku harus berusaha semampuku sendiri.
aku sadar.. pernah ada seorang yang berkata sesuatu, "jangan lupakan 3 orang ini dalam hidup kamu; 1. siapa yang membantu saat kesusahan, 2. siapa yang meninggalkan dirimu saat kesusahan, 3. siapa yang menempatkanmu dalam kesusahan."
aku sadar.. cahaya dimalam hari adalah hitam, cahaya dipagi hari adalah putih. warna-warna yang lain hanyalah ilusi dari mata ku saja.
aku sadar.. bekerja tidak hanya diwaktu siang saja, aku bisa memanfaatkan istirahat malam ku untuk bekerja. ketika orang lain tertidur aku bekerja, ketika orang lain bangun aku sudah terlebih dulu dari mereka.
aku sadar.. untuk apa hidup banyak teman jika itu hanya menambah dosa dan kesusahan kita.
aku sadar.. uang tak bisa membeli ku dan hidupku.
aku sadar.. banyak kelebihan ku yang tidak ku ketahui namun orang lain merasakan.
pelajaran untuk ku, setelah kehidupan dunia ada kehidupan lain yang kekal yaitu akhirat.
jika kita hidup untuk menyusahkan orang lain, lebih baik mati saja.
berbuatlah suatu hal sehingga banyak orang yang mengingat kita karena telah melakukan hal tersebut.
and money can't buy my live.
Langganan:
Postingan (Atom)

