Dua minggu yang lalu..
Kita terhimpun bersama
Namun, untuk pertama kalinya ku melihatmu
Pandangan kita saling tegak lurus
Dan kedekatan semakin berhimpit
Ku analisis dirimu
Alismu layaknya perpotongan dari lingkaran, sinkron kanan dan kiri
Matamu yang mampu membuat sudut 30 derajat saat menatapku
Mulutmu layaknya grafik sinus cosinus yang tidak berpotongan
Saat itulah ku merasakan terlalu banyak goyangan yang terjadi pada hatiku sehingga tak tedefinisi apa artinya ini.
Kurasakan sesuatu yang rumit bagaikan matriks berodo 5x5 yang perlu di eliminasi tidak menggunakan kofaktor maupun reduksi gauss
Minggu depan bertemu kembali...
Kau berdiri membentuk sudut 90 derajat dengan lantai, dan saat itu juga tatapan mataku membuat garis singgung
Kurasakan rasa itu bertambah seperti deret divergen mendekati tak hingga
Limit perasaan hatiku bagaikan limit berhingga yang mempunyai nilai tak hingga
Saat kau berbicara, kontraksi mulut membentuk sudut anguler,
Tak bisa kulepaskan pandangan seolah bagai kekekalan identitas trigonometri.
Kurasakan kedekatan ini seperti bagai ada dalam suatu kubus
Dari sudut yang bersebrangan, tatapan kita selalu bertemu pada diagonal ruang yang berbeda
Rasa ini semakin seperti kurva fungsi linear yang selalu naik yang tidak mempunyai nilai ekstrim, hanya ada titik belok yang membuatnya selalu naik
Kau bagaikan asimtot yang sulit dimengerti dan sulit untuk ku capai
Aku bingung bagaimana memecahkan rasa ini, seperti sistem persamaan linar dengan seribu variabel namun hanya ada sepuluh persamaan
Ekspansi baris kolom, eliminasi gauss-jordan, substitusi balik, tidak mampu menyelesaikannya..
Ketika kau menyambut, ekspansi cintaku semakin bertambah endekati tak hingga
Puncak rasa ini membentuk vektor euclide dengan ruang dimensi tak tentu
Cinta ini telah terbagi nol, sehingga hasilnya tak hingga
Panjabaran ini memproyeksikan rasa cinta ku padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar