aku tahu.. aku hanyalah manusia yang hanya bisa bernafas dan hanya menggunakan sehelai katun untuk menutupi tubuh ku ini.
aku tahu.. hujan tak hanya diluar rumah ku, tapi didalam rumah ku juga turun air hujan menetes perlahan.
aku tahu.. hanya roda dua yang menemaniku keluar rumah, bukan roda empat yang berisi dua, empat, enam, atau delapan kursi nyaman untuk menikmati kemacetan jalan.
aku tahu.. banyak orang tak mengenalku karena aku pun tak mengenal mereka.
aku tahu.. ilmu bisa dibeli, dan aku tak mampu untuk membelinya.
aku tahu.. tempat ternyaman untuk tinggal itu adalah tempat yang penuh kebahagiaan bukan tempat yang memiliki banyak fasilitas.
aku tahu.. aku hanyalah tinggal sendiri, tak punya teman.
aku tahu.. teman hanya ada disaat mereka membutuhkanku, tapi tidak disaat aku membutuhkan mereka.
aku tahu.. ketulusan itu tercermin saat sedang merasakan kesempitan, bukan ketika saat lapang.
aku tahu.. hanya hitam dan putih yang ku kenal.
aku tahu.. cahaya matahari selalu menemani hari-hari ku dengan canda, dan cahaya bulan yang menemani saat aku terlelap.
aku tahu.. tiada satu orang pun mengganggap ku teman, tapi aku selalu menganggap mereka teman.
aku tahu.. cinta tulus diberikan dengan segala kemewahan.
aku tahu.. kekurangan hanyalah milikku.
tapi....
aku sadar.. pada akhirnya hanyalah sehelai kain putih yang menutupi tubuhku di sisa akhir kehidupan dunia ku, bukan kain sutra dengan berlian.
aku sadar.. hujan sangat sayang kepada ku, karena diluar sana banyak orang yang membenci hujan, menyalahkan hujan turun, ketika hujan turun mereka mengeluh dan menghindari dari rintikan air hujan.
aku sadar.. roda empat dengan satu penumpanglah yang membuat kemacetan, membuat emosi orang lain meningkat dikala menghadapi kemacetan. ketika membawa roda empat seorang diri, sebenarnya kita tidaklah seorang diri. disamping dan dikursi belakang selalu ada malaikat yang mengawasi.
aku sadar.. aku tak ingin dikenal, tapi aku hanya ingin mengenal. tak apa mereka tak mengenalku, dan aku bisa membuat mereka membutuhkan ku.
aku sadar.. aku bisa berbagi ilmu yang aku punya tanpa imbalan, dan aku tak pernah lupa bagaimana perjuangan kedua orangtua ku ketika aku harus mendapatkan ilmu yang dibeli.
aku sadar.. keluarga lah yang membuaatku bahagia, bukan tinggal di tempat ternyaman sedunia. namun, aku akan membuat keluargaku menempati tempat ternyaman itu.
aku sadar.. dibawah tanah aku hanya hidup sendiri, dan tak ada teman yang bisa membantu.
aku sadar.. aku tidak boleh bergantung dengan orang, karena setiap orang bisa mengecewakan. aku harus berusaha semampuku sendiri.
aku sadar.. pernah ada seorang yang berkata sesuatu, "jangan lupakan 3 orang ini dalam hidup kamu; 1. siapa yang membantu saat kesusahan, 2. siapa yang meninggalkan dirimu saat kesusahan, 3. siapa yang menempatkanmu dalam kesusahan."
aku sadar.. cahaya dimalam hari adalah hitam, cahaya dipagi hari adalah putih. warna-warna yang lain hanyalah ilusi dari mata ku saja.
aku sadar.. bekerja tidak hanya diwaktu siang saja, aku bisa memanfaatkan istirahat malam ku untuk bekerja. ketika orang lain tertidur aku bekerja, ketika orang lain bangun aku sudah terlebih dulu dari mereka.
aku sadar.. untuk apa hidup banyak teman jika itu hanya menambah dosa dan kesusahan kita.
aku sadar.. uang tak bisa membeli ku dan hidupku.
aku sadar.. banyak kelebihan ku yang tidak ku ketahui namun orang lain merasakan.
pelajaran untuk ku, setelah kehidupan dunia ada kehidupan lain yang kekal yaitu akhirat.
jika kita hidup untuk menyusahkan orang lain, lebih baik mati saja.
berbuatlah suatu hal sehingga banyak orang yang mengingat kita karena telah melakukan hal tersebut.
and money can't buy my live.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar